{"id":497,"date":"2026-08-19T10:13:49","date_gmt":"2026-08-19T03:13:49","guid":{"rendered":"https:\/\/notain.id\/blog\/?p=497"},"modified":"2026-08-19T10:13:49","modified_gmt":"2026-08-19T03:13:49","slug":"cara-menghitung-omzet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\">Pernah gak sih kamu bingung <strong>cara menghitung omzet<\/strong> toko setelah seharian melayani pelanggan? Saat penjualan sedang ramai, pencatatan transaksi yang berantakan bisa membuat kamu kesulitan mengetahui total penjualan dan perkembangan usaha.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Padahal, menghitung omzet sebenarnya cukup sederhana. Omzet adalah total hasil penjualan dalam periode tertentu sebelum dikurangi modal dan biaya operasional. Dengan mencatatnya secara rutin, kamu bisa lebih mudah memantau penjualan dan mengevaluasi kondisi usaha.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Semakin banyak transaksi, semakin besar juga risiko ada penjualan yang lupa dicatat atau salah memasukkan nominal. Karena itu, pencatatan yang rapi penting dilakukan agar data penjualan tetap akurat.<\/p>\n<p>Di artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian omzet, rumus <strong>cara menghitung omzet<\/strong>, contoh perhitungan, faktor yang memengaruhinya, hingga tips mencatat penjualan dengan lebih praktis.<\/p>\n<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"rym42t\" data-start=\"1743\" data-end=\"1766\">Apa Itu Omzet Usaha?<\/h2>\n<p data-start=\"1768\" data-end=\"1920\">Omzet adalah total pendapatan yang berasal dari seluruh penjualan produk atau jasa dalam periode tertentu sebelum dikurangi biaya dan pengeluaran usaha.<\/p>\n<p data-start=\"1922\" data-end=\"2057\">Periode yang digunakan bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan bisnis. Kamu bisa menghitung omzet harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.<\/p>\n<p data-start=\"2059\" data-end=\"2287\">Contohnya, sebuah toko menjual 100 produk dengan harga rata-rata Rp20.000. Jika seluruh produk tersebut terjual, maka total penjualannya adalah Rp2.000.000. Angka tersebut menjadi omzet sebelum dikurangi modal dan biaya lainnya.<\/p>\n<p data-start=\"2289\" data-end=\"2474\">Hal penting yang perlu kamu ingat adalah omzet hanya menunjukkan nilai penjualan. Jadi, angka ini belum bisa digunakan untuk mengetahui apakah usaha benar-benar menghasilkan keuntungan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"vc2gi5\" data-start=\"2476\" data-end=\"2511\">Omzet Berbeda dengan Keuntungan<\/h3>\n<p data-start=\"2513\" data-end=\"2666\">Banyak pemilik usaha yang masih menganggap omzet sebagai uang yang bisa langsung digunakan. Padahal, ada biaya yang harus diperhitungkan terlebih dahulu.<\/p>\n<p data-start=\"2668\" data-end=\"2677\">Misalnya:<\/p>\n<ul data-start=\"2679\" data-end=\"2797\">\n<li data-section-id=\"h542hh\" data-start=\"2679\" data-end=\"2710\">Total penjualan: Rp10.000.000<\/li>\n<li data-section-id=\"16nmxf8\" data-start=\"2711\" data-end=\"2738\">Modal barang: Rp6.000.000<\/li>\n<li data-section-id=\"oz77xr\" data-start=\"2739\" data-end=\"2771\">Biaya operasional: Rp2.000.000<\/li>\n<li data-section-id=\"1uwxlm8\" data-start=\"2772\" data-end=\"2797\">Keuntungan: Rp2.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2799\" data-end=\"2909\">Dalam contoh tersebut, omzet usaha adalah Rp10.000.000, sedangkan keuntungan yang diperoleh hanya Rp2.000.000.<\/p>\n<p data-start=\"2911\" data-end=\"3065\">Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih mudah membaca kondisi keuangan usaha dan tidak salah mengambil keputusan berdasarkan jumlah penjualan saja.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"qmnjw2\" data-start=\"3067\" data-end=\"3101\">Rumus dan Cara Menghitung Omzet<\/h2>\n<p data-start=\"3103\" data-end=\"3238\">Pada dasarnya, <strong data-start=\"3118\" data-end=\"3143\">cara menghitung omzet<\/strong> cukup sederhana. Kamu hanya perlu menjumlahkan seluruh hasil penjualan dalam periode tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"3240\" data-end=\"3262\">Rumus dasarnya adalah:<\/p>\n<p data-start=\"3264\" data-end=\"3310\"><strong data-start=\"3264\" data-end=\"3310\">Omzet = Harga Jual \u00d7 Jumlah Produk Terjual<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3312\" data-end=\"3476\">Kalau produk yang dijual lebih dari satu jenis dengan harga berbeda, kamu perlu menghitung penjualan masing-masing produk terlebih dahulu, kemudian menjumlahkannya.<\/p>\n<p data-start=\"3478\" data-end=\"3495\">Rumusnya menjadi:<\/p>\n<p data-start=\"3497\" data-end=\"3591\"><strong data-start=\"3497\" data-end=\"3591\">Omzet = (Harga Produk A \u00d7 Jumlah Terjual) + (Harga Produk B \u00d7 Jumlah Terjual) + seterusnya<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3593\" data-end=\"3623\">Misalnya, sebuah toko menjual:<\/p>\n<ul data-start=\"3625\" data-end=\"3732\">\n<li data-section-id=\"1fhvkth\" data-start=\"3625\" data-end=\"3659\">50 botol minuman seharga Rp8.000<\/li>\n<li data-section-id=\"1aj3x6i\" data-start=\"3660\" data-end=\"3695\">30 bungkus snack seharga Rp10.000<\/li>\n<li data-section-id=\"rt9349\" data-start=\"3696\" data-end=\"3732\">20 produk makanan seharga Rp15.000<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3734\" data-end=\"3754\">Maka perhitungannya:<\/p>\n<p data-start=\"3756\" data-end=\"3780\">50 \u00d7 Rp8.000 = Rp400.000<\/p>\n<p data-start=\"3782\" data-end=\"3807\">30 \u00d7 Rp10.000 = Rp300.000<\/p>\n<p data-start=\"3809\" data-end=\"3834\">20 \u00d7 Rp15.000 = Rp300.000<\/p>\n<p data-start=\"3836\" data-end=\"3862\">Jadi, omzet toko tersebut:<\/p>\n<p data-start=\"3864\" data-end=\"3915\">Rp400.000 + Rp300.000 + Rp300.000 = <strong data-start=\"3900\" data-end=\"3915\">Rp1.000.000<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3917\" data-end=\"3990\">Angka Rp1.000.000 itulah omzet penjualan sebelum dikurangi biaya lainnya.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"19dtvij\" data-start=\"3992\" data-end=\"4024\">Cara Menghitung Omzet Harian<\/h3>\n<p data-start=\"4026\" data-end=\"4126\">Kalau kamu ingin mengetahui omzet setiap hari, catat seluruh transaksi yang terjadi dalam satu hari.<\/p>\n<p data-start=\"4128\" data-end=\"4173\">Misalnya selama satu hari terdapat transaksi:<\/p>\n<ul data-start=\"4175\" data-end=\"4297\">\n<li data-section-id=\"c48s3b\" data-start=\"4175\" data-end=\"4198\">Transaksi 1: Rp75.000<\/li>\n<li data-section-id=\"slj2hx\" data-start=\"4199\" data-end=\"4223\">Transaksi 2: Rp120.000<\/li>\n<li data-section-id=\"11pocm2\" data-start=\"4224\" data-end=\"4247\">Transaksi 3: Rp85.000<\/li>\n<li data-section-id=\"vt1bt0\" data-start=\"4248\" data-end=\"4272\">Transaksi 4: Rp150.000<\/li>\n<li data-section-id=\"1ld86ww\" data-start=\"4273\" data-end=\"4297\">Transaksi 5: Rp100.000<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4299\" data-end=\"4304\">Maka:<\/p>\n<p data-start=\"4306\" data-end=\"4377\">Rp75.000 + Rp120.000 + Rp85.000 + Rp150.000 + Rp100.000 = <strong data-start=\"4364\" data-end=\"4377\">Rp530.000<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4379\" data-end=\"4429\">Jadi, omzet harian toko tersebut adalah Rp530.000.<\/p>\n<p data-start=\"4431\" data-end=\"4615\">Cara ini cocok digunakan untuk usaha yang ingin memantau performa penjualan setiap hari. Dari data tersebut, kamu juga bisa melihat hari mana yang menghasilkan penjualan paling tinggi. Agar perhitungan omzet lebih akurat, kamu juga perlu memahami <a href=\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/panduan-pencatatan-transaksi-keuangan-bisnis\/\"><strong>cara mencatat transaksi dengan rapi<\/strong> <\/a>dan konsisten.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"4zy1d9\" data-start=\"4617\" data-end=\"4650\">Cara Menghitung Omzet Bulanan<\/h3>\n<p data-start=\"4652\" data-end=\"4743\">Untuk menghitung omzet bulanan, kamu bisa menjumlahkan seluruh transaksi selama satu bulan.<\/p>\n<p data-start=\"4745\" data-end=\"4803\">Misalnya omzet harian sebuah toko selama lima hari adalah:<\/p>\n<ul data-start=\"4805\" data-end=\"4899\">\n<li data-section-id=\"1jste6c\" data-start=\"4805\" data-end=\"4823\">Senin: Rp500.000<\/li>\n<li data-section-id=\"wxuhec\" data-start=\"4824\" data-end=\"4843\">Selasa: Rp650.000<\/li>\n<li data-section-id=\"a9sekb\" data-start=\"4844\" data-end=\"4861\">Rabu: Rp450.000<\/li>\n<li data-section-id=\"1yxvuv8\" data-start=\"4862\" data-end=\"4880\">Kamis: Rp700.000<\/li>\n<li data-section-id=\"hr69xt\" data-start=\"4881\" data-end=\"4899\">Jumat: Rp800.000<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4901\" data-end=\"4923\">Total omzet lima hari:<\/p>\n<p data-start=\"4925\" data-end=\"5000\">Rp500.000 + Rp650.000 + Rp450.000 + Rp700.000 + Rp800.000 = <strong data-start=\"4985\" data-end=\"5000\">Rp3.100.000<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5002\" data-end=\"5154\">Kalau pencatatan dilakukan setiap hari, kamu tidak perlu menghitung ulang semua transaksi dari awal ketika ingin mengetahui omzet mingguan atau bulanan.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1yukr5j\" data-start=\"5156\" data-end=\"5198\">Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Omzet<\/h2>\n<p data-start=\"5200\" data-end=\"5295\">Omzet usaha tidak selalu stabil. Ada banyak faktor yang bisa membuat penjualan naik atau turun.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1l52mxy\" data-start=\"5297\" data-end=\"5327\">1. Jumlah Produk yang Terjual<\/h3>\n<p data-start=\"5329\" data-end=\"5493\">Semakin banyak produk yang berhasil terjual, semakin besar pula omzet yang diperoleh. Karena itu, jumlah transaksi dan volume penjualan perlu dipantau secara rutin.<\/p>\n<p data-start=\"5495\" data-end=\"5628\">Namun, jangan hanya mengejar jumlah transaksi. Kamu juga perlu melihat produk mana yang memberikan kontribusi penjualan paling besar.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"wdv5oe\" data-start=\"5630\" data-end=\"5651\">2. Harga Jual Produk<\/h3>\n<p data-start=\"5653\" data-end=\"5819\">Harga jual juga berpengaruh langsung terhadap omzet. Produk dengan harga lebih tinggi bisa menghasilkan omzet besar meskipun jumlah barang yang terjual lebih sedikit.<\/p>\n<p data-start=\"5821\" data-end=\"5923\">Sebaliknya, produk murah membutuhkan volume penjualan yang lebih banyak untuk mencapai omzet tertentu.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1cqcaza\" data-start=\"5925\" data-end=\"5945\">3. Promo dan Diskon<\/h3>\n<p data-start=\"5947\" data-end=\"6175\">Promo dapat meningkatkan jumlah pembelian, tetapi kamu perlu mencatatnya dengan benar. Harga setelah diskon merupakan nilai yang diterima dari penjualan, sehingga pencatatan transaksi harus disesuaikan dengan nominal sebenarnya.<\/p>\n<p data-start=\"6177\" data-end=\"6301\">Misalnya harga produk Rp50.000 dan mendapatkan diskon Rp5.000. Nilai penjualan yang dicatat adalah Rp45.000, bukan Rp50.000.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"nlm1da\" data-start=\"6303\" data-end=\"6330\">4. Musim dan Kondisi Pasar<\/h3>\n<p data-start=\"6332\" data-end=\"6556\">Beberapa jenis usaha mengalami peningkatan penjualan pada waktu tertentu. Contohnya toko pakaian bisa mengalami peningkatan penjualan menjelang hari raya, sedangkan toko makanan tertentu mungkin lebih ramai saat akhir pekan.<\/p>\n<p data-start=\"6558\" data-end=\"6676\">Dengan membandingkan omzet antarperiode, kamu bisa mengetahui pola penjualan dan mempersiapkan stok dengan lebih baik.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"xgc0kb\" data-start=\"6678\" data-end=\"6710\">Contoh Menghitung Omzet Usaha<\/h2>\n<p data-start=\"6712\" data-end=\"6776\">Biar lebih gampang dipahami, kita gunakan contoh toko sederhana.<\/p>\n<p data-start=\"6778\" data-end=\"6823\">Misalnya Toko Maju menjual tiga jenis produk:<\/p>\n<div class=\"group TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"6825\" data-end=\"7014\">\n<thead data-start=\"6825\" data-end=\"6873\">\n<tr data-start=\"6825\" data-end=\"6873\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6825\" data-end=\"6834\" data-col-size=\"sm\">Produk<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6834\" data-end=\"6847\" data-col-size=\"sm\">Harga Jual<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6847\" data-end=\"6864\" data-col-size=\"sm\">Jumlah Terjual<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6864\" data-end=\"6873\" data-col-size=\"sm\">Total<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"6895\" data-end=\"7014\">\n<tr data-start=\"6895\" data-end=\"6934\">\n<td data-start=\"6895\" data-end=\"6905\" data-col-size=\"sm\">Minuman<\/td>\n<td data-start=\"6905\" data-end=\"6915\" data-col-size=\"sm\">Rp8.000<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6915\" data-end=\"6921\">100<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6921\" data-end=\"6934\">Rp800.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6935\" data-end=\"6972\">\n<td data-start=\"6935\" data-end=\"6943\" data-col-size=\"sm\">Snack<\/td>\n<td data-start=\"6943\" data-end=\"6954\" data-col-size=\"sm\">Rp12.000<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6954\" data-end=\"6959\">75<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6959\" data-end=\"6972\">Rp900.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6973\" data-end=\"7014\">\n<td data-start=\"6973\" data-end=\"6983\" data-col-size=\"sm\">Makanan<\/td>\n<td data-start=\"6983\" data-end=\"6994\" data-col-size=\"sm\">Rp20.000<\/td>\n<td data-start=\"6994\" data-end=\"6999\" data-col-size=\"sm\">50<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6999\" data-end=\"7014\">Rp1.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"7016\" data-end=\"7044\">Maka omzet Toko Maju adalah:<\/p>\n<p data-start=\"7046\" data-end=\"7099\">Rp800.000 + Rp900.000 + Rp1.000.000 = <strong data-start=\"7084\" data-end=\"7099\">Rp2.700.000<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7101\" data-end=\"7171\">Jadi, total omzet Toko Maju dalam periode tersebut adalah Rp2.700.000.<\/p>\n<p data-start=\"7173\" data-end=\"7367\">Perlu diingat, angka tersebut belum dikurangi modal dan biaya usaha. Kalau modal produk dan biaya operasional mencapai Rp2.000.000, keuntungan yang diperoleh bukan Rp2.700.000, tetapi Rp700.000.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1lyzg2t\" data-start=\"7369\" data-end=\"7423\">Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Omzet<\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-502\" src=\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/58a9295f-4e55-4858-acfd-393b2c43f70b-1.png\" alt=\"Pemilik usaha mengecek catatan transaksi dan menemukan ketidaksesuaian antara nota penjualan dan uang kas.\" width=\"1536\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/58a9295f-4e55-4858-acfd-393b2c43f70b-1.png 1536w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/58a9295f-4e55-4858-acfd-393b2c43f70b-1-300x200.png 300w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/58a9295f-4e55-4858-acfd-393b2c43f70b-1-1024x683.png 1024w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/58a9295f-4e55-4858-acfd-393b2c43f70b-1-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"7425\" data-end=\"7496\">Walaupun rumusnya sederhana, kesalahan pencatatan masih sering terjadi.<\/p>\n<h3>1. Tidak Mencatat Semua Transaksi<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Transaksi yang lupa dicatat bisa membuat omzet terlihat lebih kecil dari kondisi sebenarnya. Hal ini sering terjadi saat toko ramai sehingga ada transaksi yang terlewat, salah nominal, atau tidak masuk rekap.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jika terus terjadi, data penjualan menjadi kurang akurat. Karena itu, biasakan mencatat setiap transaksi setelah pembayaran selesai.<\/p>\n<h3>2. Mencampurkan Uang Pribadi dan Uang Usaha<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Mencampurkan uang pribadi dan bisnis membuat kamu sulit mengetahui jumlah uang yang benar-benar berasal dari penjualan. Misalnya, kamu mengambil uang kas untuk kebutuhan pribadi tanpa mencatatnya. Akibatnya, saldo tidak sesuai dengan catatan penjualan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sebaiknya, pisahkan uang pribadi dan usaha. Jika mengambil uang dari bisnis, catat pengambilannya agar arus keuangan tetap mudah dilacak.<\/p>\n<h3>3. Menganggap Omzet sebagai Keuntungan<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Omzet besar tidak selalu berarti keuntungan besar. Omzet hanya menunjukkan total penjualan sebelum dikurangi biaya usaha.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Misalnya, omzet mencapai Rp10 juta. Kamu masih perlu membayar modal barang, gaji, listrik, sewa, dan biaya lainnya. Setelah semua biaya dikurangi, barulah keuntungan sebenarnya bisa diketahui.<\/p>\n<h3>4. Tidak Memeriksa Data Transaksi<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Mencatat transaksi saja belum cukup. Kamu juga perlu mengecek jumlah transaksi, nominal penjualan, retur, diskon, dan metode pembayaran secara rutin.<\/p>\n<p>Luangkan waktu di akhir hari untuk mencocokkan data dengan uang tunai dan pembayaran non-tunai. Jika ada selisih, segera cari penyebabnya agar data omzet tetap akurat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"lnuwj1\" data-start=\"8433\" data-end=\"8476\">Cara Membuat Pencatatan Omzet Lebih Rapi<\/h2>\n<p data-start=\"8478\" data-end=\"8691\">Kalau transaksi masih sedikit, pencatatan manual mungkin masih bisa dilakukan. Namun, ketika jumlah transaksi mulai bertambah, cara tersebut bisa membuat pekerjaan semakin lama dan meningkatkan risiko salah catat.<\/p>\n<p data-start=\"8478\" data-end=\"8691\">Agar data omzet lebih mudah dipantau, kamu bisa menerapkan<a href=\"https:\/\/accurate.id\/akuntansi\/laporan-penjualan-harian\/\"><strong> cara membuat laporan penjualan harian<\/strong> <\/a>dengan mencatat transaksi secara rutin.<\/p>\n<p data-start=\"8693\" data-end=\"8761\">Kamu bisa mulai dengan mencatat beberapa informasi penting, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"8763\" data-end=\"8906\">\n<li data-section-id=\"fhmg7o\" data-start=\"8763\" data-end=\"8782\">Tanggal transaksi<\/li>\n<li data-section-id=\"k7929r\" data-start=\"8783\" data-end=\"8804\">Produk yang terjual<\/li>\n<li data-section-id=\"14xhzk8\" data-start=\"8805\" data-end=\"8820\">Jumlah produk<\/li>\n<li data-section-id=\"1ti3fnr\" data-start=\"8821\" data-end=\"8833\">Harga jual<\/li>\n<li data-section-id=\"11xuu74\" data-start=\"8834\" data-end=\"8851\">Total transaksi<\/li>\n<li data-section-id=\"1x4ck1w\" data-start=\"8852\" data-end=\"8871\">Metode pembayaran<\/li>\n<li data-section-id=\"1xg13o1\" data-start=\"8872\" data-end=\"8889\">Diskon jika ada<\/li>\n<li data-section-id=\"14t0rhd\" data-start=\"8890\" data-end=\"8906\">Retur jika ada<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8908\" data-end=\"9005\">Data tersebut kemudian bisa digunakan untuk membuat rekap omzet harian, mingguan, maupun bulanan.<\/p>\n<p data-start=\"9007\" data-end=\"9236\">Kalau ingin mengetahui perkembangan penjualan dengan lebih mudah, pencatatan juga sebaiknya dilakukan secara konsisten. Jangan menunggu akhir bulan baru mulai mengumpulkan data karena risiko transaksi terlewat akan semakin besar.<\/p>\n<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"bhle3i\" data-start=\"9255\" data-end=\"9324\">Hitung Omzet Lebih Mudah dengan Pencatatan yang Rapi<\/h2>\n<p data-start=\"9326\" data-end=\"9565\">Pada dasarnya, <strong data-start=\"9341\" data-end=\"9366\">cara menghitung omzet<\/strong> tidak sulit. Kamu hanya perlu mengetahui total nilai penjualan dalam periode tertentu. Namun, tantangannya muncul ketika jumlah transaksi semakin banyak dan pencatatan masih dilakukan secara manual.<\/p>\n<p data-start=\"9567\" data-end=\"9833\">Semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan ada transaksi yang lupa dicatat, salah memasukkan nominal, atau bahkan tercatat dua kali. Kalau hal ini terus terjadi, laporan penjualan bisa menjadi tidak akurat dan menyulitkan kamu saat mengevaluasi bisnis.<\/p>\n<p data-start=\"9835\" data-end=\"10111\">Karena itu, pencatatan transaksi sebaiknya dilakukan secara rutin sejak awal. Dengan data yang rapi, kamu bisa mengetahui perkembangan omzet, membandingkan penjualan antarperiode, melihat produk yang paling laku, dan membuat keputusan bisnis berdasarkan data yang lebih jelas.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"a7s0l3\" data-start=\"10113\" data-end=\"10165\">Gunakan Cara Praktis untuk Mencatat Penjualan<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/notain.id\/\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-504\" src=\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1.png\" alt=\"Catat Penjualan,dan Hitung Omzet Lebih Praktis dengan Notain\" width=\"1672\" height=\"941\" srcset=\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1.png 1672w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1-300x169.png 300w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1-768x432.png 768w, https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/197727b6-2693-4ca4-9591-881a30560065-1-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1672px) 100vw, 1672px\" \/><\/a><\/p>\n<p data-start=\"10167\" data-end=\"10347\">Kalau kamu ingin proses pencatatan transaksi dan penjualan yang lebih praktis, kamu bisa menggunakan <span class=\"contents\" data-content-reference-start=\"10268\" data-content-reference-end=\"10299\"><span class=\"\" data-state=\"closed\"><a class=\"decorated-link\" href=\"https:\/\/notain.id\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Notain<\/a><\/span><\/span> untuk membantu mengelola transaksi usaha.<\/p>\n<p data-start=\"10349\" data-end=\"10612\"><a href=\"https:\/\/notain.id\/\"><strong>Notain<\/strong> <\/a>dapat membantu mencatat transaksi dan memberikan informasi penjualan dengan lebih terstruktur. Data tersebut kemudian bisa digunakan untuk memantau omzet, melihat riwayat transaksi, mengetahui produk yang paling banyak terjual, serta memantau kondisi stok.<\/p>\n<p data-start=\"10614\" data-end=\"10852\">Dengan pencatatan yang lebih rapi, kamu tidak perlu terus-menerus menghitung transaksi satu per satu hanya untuk mengetahui perkembangan penjualan. Informasi yang sudah tercatat bisa membantu kamu melihat kondisi usaha dengan lebih cepat.<\/p>\n<p data-start=\"10854\" data-end=\"11017\">Hal ini juga berguna ketika kamu ingin membandingkan omzet hari ini dengan hari sebelumnya atau melihat perkembangan penjualan dari satu bulan ke bulan berikutnya.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"lifoux\" data-start=\"11019\" data-end=\"11033\">Kesimpulan<\/h3>\n<p data-start=\"11035\" data-end=\"11223\">Menghitung omzet merupakan salah satu bagian penting dalam mengelola bisnis. Dari omzet, kamu bisa mengetahui seberapa besar nilai penjualan yang berhasil diperoleh dalam periode tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"11225\" data-end=\"11434\">Rumus dasarnya cukup sederhana, yaitu harga jual dikalikan jumlah produk yang terjual. Namun, untuk mendapatkan angka yang akurat, seluruh transaksi perlu dicatat dengan konsisten dan diperiksa secara berkala.<\/p>\n<p data-start=\"11436\" data-end=\"11681\">Jangan lupa, omzet bukanlah keuntungan. Omzet masih merupakan total penjualan sebelum dikurangi modal, biaya operasional, dan pengeluaran lainnya. Jadi, jangan langsung menganggap semua uang dari penjualan sebagai keuntungan yang bisa digunakan.<\/p>\n<p data-start=\"11683\" data-end=\"11859\">Dengan pencatatan yang teratur, kamu bisa lebih mudah memantau penjualan, mengetahui produk yang paling laku, mengevaluasi performa usaha, serta menentukan strategi berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"11861\" data-end=\"12142\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Kalau transaksi usaha kamu sudah mulai banyak, menggunakan bantuan pencatatan digital seperti<a href=\"https:\/\/notain.id\/\"> Notain<\/a> bisa menjadi pilihan agar prosesnya lebih praktis. Dengan data transaksi yang tersusun rapi, menghitung omzet tidak lagi terasa ribet dan kamu bisa lebih fokus mengembangkan usaha.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah gak sih kamu bingung cara menghitung omzet toko setelah seharian melayani pelanggan? Saat penjualan sedang ramai, pencatatan transaksi yang berantakan bisa membuat kamu kesulitan mengetahui total penjualan dan perkembangan usaha. Padahal, menghitung omzet sebenarnya cukup sederhana. Omzet adalah total hasil penjualan dalam periode tertentu sebelum dikurangi modal dan biaya operasional. Dengan mencatatnya secara rutin,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"default","_kad_post_title":"default","_kad_post_layout":"default","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"default","_kad_post_vertical_padding":"default","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Notain.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T03:13:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin Notain\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin Notain\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin Notain\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/d10f9f9e94cf98198c5ded09d7c7831b\"},\"headline\":\"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat\",\"datePublished\":\"2026-08-19T03:13:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\"},\"wordCount\":1551,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png\",\"articleSection\":[\"Blog\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\",\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\",\"name\":\"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png\",\"datePublished\":\"2026-08-19T03:13:49+00:00\",\"description\":\"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"Pemilik toko menghitung omzet penjualan harian dengan mencatat transaksi dan menggunakan kalkulator.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/\",\"name\":\"Notain.id\",\"description\":\"Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Notain.id\",\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/notain-logo.13d1cfd0.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/notain-logo.13d1cfd0.png\",\"width\":1023,\"height\":312,\"caption\":\"Notain.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/d10f9f9e94cf98198c5ded09d7c7831b\",\"name\":\"Admin Notain\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d4807765e4b1bb878ae5c32af8e1f1caea26b4f7720fc95b3e57dd6d1f86a2df?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d4807765e4b1bb878ae5c32af8e1f1caea26b4f7720fc95b3e57dd6d1f86a2df?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin Notain\"},\"description\":\"Notain.id adalah aplikasi Point of Sales (POS) yang membantu bisnis mengelola transaksi penjualan, produk, dan laporan secara mudah, cepat, dan terintegrasi\u2014sehingga operasional jadi lebih efisien dan bisnis bisa berkembang dengan lebih terkontrol.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/10.212.100.82\"],\"url\":\"https:\/\/notain.id\/blog\/author\/notainadmin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id","description":"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id","og_description":"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.","og_url":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/","og_site_name":"Notain.id","article_published_time":"2026-08-19T03:13:49+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin Notain","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin Notain","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/"},"author":{"name":"Admin Notain","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/d10f9f9e94cf98198c5ded09d7c7831b"},"headline":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat","datePublished":"2026-08-19T03:13:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/"},"wordCount":1551,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png","articleSection":["Blog"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/","url":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/","name":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat - Notain.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png","datePublished":"2026-08-19T03:13:49+00:00","description":"Cara menghitung omzet dengan rumus sederhana, contoh perhitungan, dan tips mencatat penjualan agar lebih akurat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#primaryimage","url":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png","contentUrl":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1182205a-abd5-4596-84f4-0b83be69e623-1.png","width":1536,"height":1024,"caption":"Pemilik toko menghitung omzet penjualan harian dengan mencatat transaksi dan menggunakan kalkulator."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/cara-menghitung-omzet\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/notain.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung Omzet Usaha dengan Mudah dan Tepat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/notain.id\/blog\/","name":"Notain.id","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/notain.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#organization","name":"Notain.id","url":"https:\/\/notain.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/notain-logo.13d1cfd0.png","contentUrl":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/notain-logo.13d1cfd0.png","width":1023,"height":312,"caption":"Notain.id"},"image":{"@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/d10f9f9e94cf98198c5ded09d7c7831b","name":"Admin Notain","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/notain.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d4807765e4b1bb878ae5c32af8e1f1caea26b4f7720fc95b3e57dd6d1f86a2df?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d4807765e4b1bb878ae5c32af8e1f1caea26b4f7720fc95b3e57dd6d1f86a2df?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin Notain"},"description":"Notain.id adalah aplikasi Point of Sales (POS) yang membantu bisnis mengelola transaksi penjualan, produk, dan laporan secara mudah, cepat, dan terintegrasi\u2014sehingga operasional jadi lebih efisien dan bisnis bisa berkembang dengan lebih terkontrol.","sameAs":["http:\/\/10.212.100.82"],"url":"https:\/\/notain.id\/blog\/author\/notainadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=497"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":507,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions\/507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notain.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}