7 Cara Cek Stok Barang agar Tidak Kehabisan atau Menumpuk
Pernah nggak kamu lagi melayani pelanggan, terus baru sadar barang yang dicari ternyata sudah habis? Di sisi lain, ada juga produk yang stoknya masih numpuk di gudang dan belum kunjung laku. Cara cek stok barang bisa membantu kamu menghindari dua masalah ini sebelum makin bikin pusing.
Dengan pengecekan yang dilakukan secara teratur, kamu bisa mengetahui jumlah barang yang tersedia, melihat produk yang mulai menipis, dan menghindari pembelian yang sebenarnya belum diperlukan.
Kalau produk yang dijual cukup banyak, mengecek persediaan satu per satu bisa terasa merepotkan, apalagi jika masih mengandalkan ingatan.
Apalagi kalau transaksi setiap hari cukup ramai. Sedikit saja ada barang masuk atau keluar yang lupa dicatat, jumlah stok di catatan bisa berbeda dengan kondisi fisiknya.
Tenang, pengecekan stok nggak harus ribet. Yang penting, kamu punya cara yang konsisten dan tahu bagian mana saja yang perlu diperhatikan.
Apa Itu Stok Barang Sebelum Melakukan Pengecekan?
Stok barang adalah jumlah produk yang masih tersedia untuk dijual atau digunakan dalam kegiatan usaha. Jumlah tersebut bisa berubah setiap saat karena adanya pembelian dari supplier, penjualan kepada pelanggan, retur, barang rusak, atau aktivitas lainnya.
Contohnya, sebuah toko memiliki 100 bungkus kopi di awal minggu. Selama minggu berjalan, toko menerima 50 bungkus dari supplier dan menjual 80 bungkus kepada pelanggan. Artinya, jumlah persediaan akan berubah mengikuti aktivitas tersebut.
Inilah alasan kenapa stok perlu diperiksa secara berkala. Oleh karena itu, kalau hanya melihat catatan lama tanpa mencocokkannya dengan barang fisik, kamu bisa saja mengira jumlah produk masih aman padahal kenyataannya sudah berbeda.
Kenapa Cara Cek Stok Barang Itu Penting?
Pengecekan stok tidak sekadar menghitung barang yang tersusun di rak atau tersimpan di gudang. Ada beberapa alasan kenapa kegiatan ini penting untuk operasional toko.
1. Mengetahui Jumlah Barang yang Sebenarnya
Catatan stok memang membantu, tetapi kondisi fisik barang tetap perlu diperiksa. Dengan melakukan pengecekan, kamu dapat membandingkan jumlah barang yang tersedia dengan data yang tercatat. Kalau ada perbedaan, kamu bisa langsung mencari penyebabnya sebelum masalah menjadi lebih besar.
2. Menghindari Kehabisan Produk
Produk yang cepat laku tentu membutuhkan perhatian lebih. Tanpa pengecekan rutin, kamu mungkin baru sadar stok sudah habis ketika pelanggan mencarinya.
Dengan mengetahui jumlah stok yang tersedia, kamu bisa menentukan kapan harus melakukan pembelian ulang.
3. Mencegah Stok Menumpuk
Stok berlebihan juga bukan kondisi yang ideal. Selain itu, terlalu banyak barang juga berarti ada dana usaha yang tertahan dalam persediaan.
Masalahnya akan semakin besar jika produk memiliki masa kedaluwarsa atau mengikuti tren tertentu. Barang yang terlalu lama disimpan berisiko rusak atau tidak lagi diminati pelanggan.
4. Memudahkan Perencanaan Pembelian
Data stok bisa menjadi dasar sebelum kamu memesan barang dari supplier. Kamu tidak perlu sekadar menebak produk apa yang harus dibeli.
Misalnya, stok mi instan tinggal 10 dus dan rata-rata terjual 3 dus setiap minggu. Data tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan jumlah pembelian berikutnya.
7 Cara Cek Stok Barang agar Tidak Kehabisan atau Menumpuk
Supaya pengecekan persediaan lebih teratur, kamu bisa menerapkan beberapa cara berikut.
1. Buat Daftar Semua Produk Sebagai Langkah Awal Cek Stok Barang
Langkah pertama adalah membuat daftar produk yang dijual di toko. Jangan hanya mencatat produk yang paling laris, tetapi masukkan semua barang yang memang menjadi bagian dari persediaan.
Sebagai contoh, informasi yang bisa dicatat antara lain nama produk, kode barang, jumlah stok, satuan, dan lokasi penyimpanan.
Dengan daftar tersebut, proses pengecekan akan lebih terarah. Kamu juga tidak perlu mengandalkan ingatan ketika mencari barang tertentu.
2. Hitung Stok Barang Secara Fisik
Setelah daftar tersedia, lakukan penghitungan langsung pada barang yang ada di rak maupun tempat penyimpanan.
Sebagai contoh, data stok mencatat 35 botol minuman. Namun, setelah dicek langsung, jumlah yang tersedia ternyata hanya 32 botol.
Pengecekan fisik seperti ini penting karena kondisi di lapangan belum tentu selalu sama dengan data pencatatan.
3. Cocokkan Stok Barang dengan Catatan Transaksi
Jangan berhenti setelah menghitung barang secara fisik. Bandingkan hasilnya dengan catatan transaksi yang sudah dibuat.
Selanjutnya, periksa barang yang masuk dari supplier, produk yang terjual, retur, barang rusak, dan transaksi lain yang dapat memengaruhi jumlah persediaan.
Kalau terdapat selisih, lakukan pengecekan dari transaksi terbaru terlebih dahulu. Cara ini biasanya lebih mudah dibandingkan langsung memeriksa seluruh catatan dari awal.
Setelah membuat daftar produk, menghitung barang secara fisik, dan mencocokkannya dengan catatan transaksi, masih ada beberapa langkah lain yang perlu dilakukan. Tujuannya bukan hanya mengetahui jumlah stok, tetapi juga memastikan persediaan tetap sesuai dengan kebutuhan toko.
4. Periksa Kondisi Stok Barang yang Rusak atau Tidak Layak Jual
Saat mengecek stok, jangan langsung menganggap semua barang yang ada masih bisa dijual. Pisahkan produk yang rusak, kemasannya sudah terbuka, kedaluwarsa, atau kondisinya tidak lagi layak untuk diberikan kepada pelanggan.
Misalnya, catatan toko menunjukkan ada 50 botol minuman. Setelah diperiksa, ternyata 3 botol mengalami kerusakan.Jika dari 50 botol yang tercatat ternyata 3 di antaranya rusak, berarti hanya 47 botol yang masih layak untuk dijual.
Pencatatan seperti ini penting agar jumlah persediaan tidak terlihat lebih banyak dari kondisi sebenarnya.
5. Kelompokkan Stok Barang Berdasarkan Pergerakannya
Perlu diketahui, tidak semua produk memiliki tingkat penjualan yang sama. Ada barang yang hampir setiap hari keluar, tetapi ada juga produk yang bisa bertahan berminggu-minggu di rak.
Supaya lebih mudah dipantau, kamu bisa mengelompokkan produk menjadi:
Barang cepat terjual → perlu sering dicek dan segera dipesan ulang. Sementara itu, barang dengan penjualan normal cukup dicek secara berkala. Sedangkan barang yang jarang terjual perlu diperhatikan agar tidak terus menumpuk.
Cara ini membuat kamu lebih mudah menentukan produk mana yang harus mendapat perhatian lebih dulu.
6. Tentukan Batas Minimum Stok Barang
Setelah mengetahui pola penjualan, tentukan jumlah minimum yang harus tersedia untuk produk tertentu.
Contohnya, rata-rata toko menjual 5 dus air mineral setiap minggu. Kamu bisa menetapkan batas minimum 10 dus. Ketika jumlahnya mulai mendekati batas tersebut, sudah waktunya mempertimbangkan pembelian kembali.
Dengan adanya batas minimum, kamu tidak perlu menunggu barang benar-benar habis baru melakukan pemesanan.
7. Lakukan Cek Stok Barang Secara Rutin
Pengecekan stok akan lebih efektif kalau dilakukan secara konsisten. Tidak harus selalu menghitung seluruh produk setiap hari.
Kamu bisa membaginya berdasarkan jenis barang. Produk yang paling laris dapat dicek lebih sering, sedangkan barang yang pergerakannya lambat bisa diperiksa dalam periode yang lebih panjang.
Yang penting, buat jadwal dan ikuti secara rutin. Dengan begitu, selisih stok bisa ditemukan lebih cepat sebelum mengganggu kegiatan penjualan.
Contoh Cara Cek Stok Barang
Setelah mengetahui langkah cara cek stok barang, kamu bisa membuat pencatatan sederhana untuk membandingkan jumlah barang yang tercatat dengan stok fisik di toko. Supaya lebih kebayang, berikut contoh sederhana pengecekan stok di sebuah toko.


